Sebuah Tonggak Sejarah bagi Produsen Mobil Tiongkok: Jaecoo 7 Mengklaim Posisi Teratas dalam Penjualan di Inggris

14

Dalam pergeseran bersejarah bagi pasar otomotif Inggris, SUV buatan Tiongkok berhasil meraih posisi nomor satu dalam penjualan bulanan untuk pertama kalinya. Jaecoo 7, SUV kompak dari grup Chery, menduduki puncak tangga lagu registrasi di Inggris pada bulan Maret 2026, menandakan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen dan semakin besarnya pengaruh pabrikan Tiongkok di Eropa.

Bangkitnya “Temu Range Rover”

Pendakian Jaecoo 7 sangat cepat. Pada bulan Maret, mereka mencatat 10.064 registrasi, berhasil mengungguli industri kelas berat yang sudah mapan seperti Ford Puma (9.193 unit) dan Nissan Qashqai (8.718 unit).

Kendaraan ini mendapatkan daya tarik yang signifikan di media sosial, sehingga mendapat julukan “Temu Range Rover” karena estetika premiumnya yang sangat mirip dengan SUV mewah Inggris dengan tetap mempertahankan harga yang jauh lebih terjangkau. Posisi “tawar-mewah” ini tampaknya mendapat tanggapan kuat dari para pembeli di Inggris.

Faktor kunci yang mendorong kesuksesan Jaecoo 7 meliputi:
Harga Kompetitif: Dengan harga mulai dari £29.105 untuk model bensin hingga £35.175 untuk model hibrida plug-in (PHEV), produk ini mengalahkan banyak pesaing mapan di segmen yang sama.
Dominasi Hibrida: Versi hibrida plug-in, yang dilengkapi Super Hybrid System (SHS-P), menyumbang 85% dari penjualan model tersebut di bulan Maret.
Efisiensi dan Manfaat Pajak: Kemampuannya melakukan perjalanan hingga 56 mil hanya dengan tenaga listrik menjadikannya pilihan menarik bagi pembeli armada yang ingin meminimalkan biaya pajak.
Jaminan Merek: Untuk melawan skeptisisme yang sering dihadapi pendatang baru, Chery menawarkan garansi 7 tahun dan dengan cepat memperluas jaringan ritelnya di Inggris ke 124 lokasi.

Bulan Pemecah Rekor untuk Elektrifikasi

Kesuksesan Jaecoo 7 bertepatan dengan lonjakan yang lebih luas di pasar otomotif Inggris. Menurut Society of Motor Manufactures and Traders (SMMT), pada bulan Maret terdapat 380.627 registrasi mobil baru, menandai bulan terkuat bagi industri ini sejak tahun 2019.

Data tersebut menyoroti perubahan besar menuju powertrain berlistrik:
Plug-in Hybrids (PHEV): Mengalami lonjakan besar-besaran sebesar 46,9%, menguasai 13% dari total pasar.
Kendaraan Baterai Listrik (BEV): Melonjak sebesar 24,2%, menandai volume registrasi kendaraan listrik tertinggi yang pernah tercatat di Inggris.
Hibrida yang dapat diisi sendiri: Meningkat sebesar 7,3% dan menguasai pangsa pasar sebesar 15,8%.

Meskipun angka-angka ini memecahkan rekor, angka-angka ini juga menyoroti meningkatnya ketegangan di industri ini. Meskipun terjadi lonjakan penjualan BEV, pangsa pasar kendaraan listrik sebesar 22,6% masih jauh di bawah target Kendaraan Nol Emisi sebesar 33%** yang ditetapkan pemerintah Inggris pada tahun 2026.

Hambatan Ekonomi dan Kerapuhan Pasar

Meskipun angka penjualannya menjadi berita utama, industri ini menghadapi lanskap yang kompleks dan berpotensi bergejolak. Beberapa tren mendasar menunjukkan bahwa momentum ini mungkin sulit dipertahankan:

  1. Margin yang Menipis: Produsen mobil dilaporkan sangat mengandalkan diskon untuk mempertahankan volume penjualan. Hal ini, ditambah dengan biaya baterai yang 30% lebih tinggi dari perkiraan, memberikan tekanan besar pada margin keuntungan produsen.
  2. Masalah Infrastruktur dan Biaya: Meskipun adopsi kendaraan listrik meningkat, harga tarif listrik pemerintah telah melonjak sebesar 140% selama lima tahun terakhir, sehingga berpotensi mengurangi antusiasme konsumen dalam jangka panjang.
  3. Ketidakstabilan Geopolitik: Krisis yang sedang berlangsung di Iran telah menimbulkan ketidakpastian baru. Meskipun kenaikan harga bahan bakar dapat menjadi katalis untuk adopsi kendaraan listrik, ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas dan kenaikan biaya hidup mengancam akan mengikis kepercayaan konsumen secara keseluruhan.

“Berita utama tidak mencerminkan biaya yang harus dikeluarkan dan tantangan yang ada,” Mike Hawes, Kepala Eksekutif SMMT memperingatkan, sambil mencatat bahwa sebagian besar keberhasilan bulan Maret berasal dari perintah yang diberikan sebelum perubahan geopolitik baru-baru ini.

Kesimpulan

Kesuksesan Jaecoo 7 menandai titik balik di mana merek Tiongkok tidak lagi sekadar pesaing, namun juga pemimpin pasar di Inggris. Namun, kemampuan industri untuk mempertahankan pertumbuhan ini masih sulit, karena terjebak di antara tren elektrifikasi yang memecahkan rekor dan meningkatnya tekanan ekonomi dan geopolitik.