Honda Prelude Ungguli Civic Hybrid di Tes Akselerasi

13

Prelude yang dihidupkan kembali oleh Honda, meskipun dibanderol dengan harga $43.195 dan desain sporty, telah terbukti lebih lambat dalam uji performa obyektif dibandingkan Civic Hybrid yang lebih terjangkau. Pengujian terbaru oleh Car and Driver mengungkapkan bahwa Prelude 2026 membutuhkan 6,5 detik untuk berakselerasi dari 0 hingga 60 mph, tiga persepuluh detik lebih lambat dibandingkan Civic hybrid. Memilih mode “S+” Prelude, yang dimaksudkan untuk meniru pergantian gigi, semakin menurunkan kinerja, memperpanjang waktu 0-60 mph menjadi 7,3 detik.

Mengapa Ini Penting: Kekurangan performa Prelude cukup menonjol karena menggunakan powertrain hybrid 200 hp yang sama dengan Civic Hybrid. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pilihan desain—seperti bodi coupe yang sedikit lebih berat (3242 lbs vs. 3225 lbs untuk Civic Hybrid) atau penyetelan powertrain—mengutamakan estetika atau kenyamanan daripada kecepatan langsung.

Hasil tes juga menunjukkan Prelude menyelesaikan seperempat mil dalam 15,3 detik pada 90 mph, lebih lambat dari Civic Hybrid 14,9 detik pada 92 mph. Civic juga menunjukkan akselerasi lebih cepat dari 5 hingga 60 mph (7,2 detik vs. 7,9 detik untuk Prelude). Kesenjangan ini signifikan karena melemahkan persepsi Prelude sebagai kendaraan berperforma tinggi, mengingat harganya yang lebih tinggi.

Namun, Prelude memang menawarkan keunggulan dibandingkan beberapa model Civic lainnya. Akselerasinya lebih cepat daripada Civic Si 200 hp (6,6 detik hingga 60 mph) dan menunjukkan kinerja pengereman yang lebih baik (152 kaki dari 70 mph vs. Si 154 kaki) dan cengkeraman menikung (0,97 g vs. Si 0,94 g). Prelude juga mencapai penghematan bahan bakar yang unggul, dengan perkiraan gabungan EPA sebesar 44 mpg dibandingkan dengan 24 mpg Civic Type R.

Hal Penting: Meskipun Honda Prelude 2026 menghadirkan alternatif yang stylish dan lebih efisien dibandingkan Civic Type R berperforma tinggi, akselerasinya yang lebih lambat dibandingkan Civic Hybrid menimbulkan pertanyaan tentang proposisi nilainya. Hasil penelitian ini menggarisbawahi bahwa kinerja tidak selalu diberikan secara cuma-cuma, bahkan dalam kebangkitan perusahaan yang pernah menjadi ikon.