Honda Akan Menghapus Prolog EV, Sinyal Mundur Dari Pasar Listrik AS

6

Honda siap untuk menghentikan crossover listrik Prologue-nya setelah produksi saat ini berakhir akhir tahun ini, yang secara efektif menarik diri dari pasar EV AS jika generasi kedua tidak direncanakan. Langkah ini dilakukan ketika penjualan anjlok setelah berakhirnya kredit pajak federal dan menandakan pergeseran yang lebih luas dari ekspansi kendaraan listrik yang agresif di Amerika Utara.

Penurunan Penjualan dan Dampak Insentif

Prolog diluncurkan pada tahun 2024 dengan kesuksesan awal, terjual hampir 39.000 unit pada tahun 2025, sebagian besar didorong oleh kredit pajak federal sebesar $7.500. Namun, dengan dihilangkannya insentif tersebut, permintaan menurun tajam. Pengiriman pada awal tahun 2026 telah turun sekitar 74% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga mendorong Honda mengurangi separuh perkiraan produksi menjadi di bawah 18.000 unit untuk tahun ini.

Penilaian Ulang Strategis dan Pemotongan Produksi

Honda belum secara eksplisit mengkonfirmasi penghentian Prolog tetapi juga tidak membantah laporan tersebut. Perusahaan juga baru-baru ini membatalkan tiga model listrik masa depan yang direncanakan untuk diproduksi di Ohio, termasuk SUV Seri 0, Saloon Seri 0, dan crossover Acura RSX. Peralihan ini diperkirakan akan menimbulkan penurunan nilai dan pengeluaran hingga $15,8 miliar, sehingga berdampak pada pemasok yang sudah bersiap untuk produksi komponen kendaraan listrik.

Kemitraan GM dan Pembatalan Acura

Prolog ini dibangun oleh General Motors di Meksiko menggunakan platform listrik GM, sebuah langkah sementara bagi Honda untuk memasuki pasar EV dengan cepat sambil mengembangkan teknologinya sendiri. Acura, divisi mewah Honda, sebelumnya membatalkan model ZDX berbasis Prolog setelah hanya satu tahun produksi, yang juga menandakan potensi berakhirnya Prolog.

Sentimen Dealer dan Preferensi Hibrid

Meskipun mengalami kemunduran, dealer Honda melaporkan bahwa konsumen saat ini lebih memilih kendaraan hibrida dibandingkan model listrik yang mahal, hal ini menunjukkan adanya ketidakselarasan permintaan. Mundurnya perusahaan dari penggunaan kendaraan listrik mencerminkan realitas pasar ini, serta tekanan ekonomi yang lebih luas yang mempengaruhi adopsi kendaraan listrik.

Keputusan Honda untuk mengurangi ambisi kendaraan listrik menggarisbawahi tantangan dalam mempertahankan pangsa pasar dalam lanskap otomotif yang berkembang pesat. Perusahaan tampaknya memprioritaskan teknologi hibrida untuk saat ini, sambil mengevaluasi kembali strategi kendaraan listrik jangka panjangnya.