Peugeot Tidak Akan Mengikuti Jalur Desain Retro Renault

18

Peugeot sengaja menghindari tren desain berbasis nostalgia yang dianut oleh rivalnya seperti Renault, menurut CEO Alain Favey. Mobil listrik 208 mendatang milik perusahaan, yang dijadwalkan untuk diluncurkan di Paris Motor Show 2026, akan fokus pada inovasi berwawasan ke depan sambil secara halus merujuk pada sejarah desain Peugeot.

Pendekatan Berbeda terhadap Warisan

Berbeda dengan kebangkitan retro Renault dengan R5 – reboot dari mobil klasik tahun 1972 – Peugeot akan mengambil pendekatan yang lebih terkendali. Konsep Polygon, pratinjau dari 208 berikutnya, menampilkan light bar yang mencolok dan garis bodi yang mengalir, dengan jelas membedakannya dari estetika retro-modernis Renault yang dipahat.

“Kami dengan jelas selalu mengatakan bahwa kami tidak menyukai desain retro: tujuannya bukan untuk menciptakan kembali tahun 205 di masa lalu,” kata Favey. Perusahaan bermaksud untuk menggunakan masa lalu sebagai inspirasi, dibandingkan secara langsung menciptakan kembali model-model ikonik.

Menyeimbangkan Masa Lalu dan Masa Depan

Peugeot mengakui elemen desain dari warisannya – seperti grafis lonjong yang mengingatkan kita pada tahun 1980-an 205 – tetapi mengintegrasikannya dengan fitur futuristik seperti roda kemudi “hypersquare”. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan desain yang terasa familier dan mutakhir.

Lanskap Kompetitif

Peugeot dan Renault semakin menekankan identitas historis mereka sebagai pertahanan terhadap merek otomotif Tiongkok yang baru muncul dan tidak memiliki warisan yang mapan. “Desain karismatik” dipandang sebagai pembeda utama, memberikan konsumen alasan untuk memilih merek Eropa dibandingkan merek pendatang baru.

Melampaui Desain: Inovasi dan Motorsport

Strategi Peugeot lebih dari sekedar estetika. Perusahaan akan terus berinvestasi pada motorsport, model GTI berperforma tinggi, dan teknologi baru – seperti sistem steer-by-wire – untuk membangun loyalitas merek. Fokusnya adalah menciptakan produk menarik yang menawarkan lebih dari sekedar nostalgia.

Intinya, Peugeot bertujuan untuk menjadikan dirinya sebagai inovator yang berpikiran maju sambil tetap menghormati masa lalunya. Strategi ini dirancang agar dapat diterima oleh konsumen yang menghargai warisan budaya dan teknologi mutakhir, terutama seiring dengan semakin kompetitifnya pasar otomotif.