Sebuah lubang runtuhan besar terjadi di Shanghai, Tiongkok, menelan peralatan konstruksi tetapi secara ajaib tidak menyebabkan cedera. Insiden itu terjadi di dekat Jalan Qixin di Distrik Minhang, tempat kru sedang bekerja di dekat Jalur Metro Jiamin.
Keruntuhan Mendadak dan Reaksi Tertunda
Rekaman menunjukkan lubang pembuangan terbuka di sepanjang jalan, memakan penghalang dan peralatan. Yang mengejutkan adalah lebih dari selusin pekerja berdiri di dekatnya selama hampir 20 detik sementara tanah menghilang. Mereka baru melarikan diri saat kawahnya melebar. Penundaan ini tidak biasa, namun dapat dimengerti: pada saat-saat kacau, manusia terkadang terdiam sebelum bereaksi.
Kebocoran Air dan Tindakan Pencegahannya
Lubang runtuhan tersebut terbentuk setelah kebocoran air ditemukan saat penggalian jalur metro sehari sebelumnya. Pihak berwenang telah menutup persimpangan untuk lalu lintas, kemungkinan besar mencegah dampak yang lebih buruk. Air segera mengalir ke dalam lubang pembuangan, membenarkan peran kebocoran tersebut dalam keruntuhan.
Faktor Geologi di Shanghai
Lokasi Shanghai yang berada di Delta Sungai Yangtze membuatnya rentan terhadap lubang runtuhan. Wilayah ini memiliki tanah yang jenuh air dan tanah liat berbutir halus, sehingga stabilitas tanah menjadi tidak stabil. Ini bukan insiden yang terisolasi ; keruntuhan serupa juga terjadi di kota-kota lain dengan kondisi tanah serupa.
Lubang runtuhan menunjukkan risiko konstruksi di tanah yang tidak stabil, bahkan ketika tindakan pencegahan telah dilakukan. Keragu-raguan para pekerja menyoroti dampak psikologis dari bencana yang terjadi secara tiba-tiba, dimana guncangan dapat menunda respon.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa bahkan dengan pemantauan dan intervensi, kegagalan alami di lapangan dapat terjadi dengan cepat.

















